
Usia 60 tahun seharusnya menjadi masa bagi Kakek Tasrul untuk beristirahat dan menikmati hari tua bersama keluarga. Kondisi ekonomi yang sulit membuat beliau harus tetap berjuang mencari nafkah meski tenaga tak lagi sekuat dulu.
Kakek Tasrul berasal dari keluarga miskin dan dhuafa di Bukittinggi, Sumatera Barat. Tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga membuat beliau terpaksa merantau seorang diri ke Bali. Pekerjaan sebagai buruh bangunan dijalani Kakek Tasrul demi membawa pulang rezeki untuk orang-orang yang beliau sayangi.
Setiap hari, Kakek Tasrul berjuang di tengah beratnya pekerjaan bangunan. Tubuh yang sudah menua tetap beliau paksa untuk bekerja demi menyambung hidup keluarga. Harapan beliau sederhana, yaitu bisa terus mencari nafkah dan membantu keluarganya di kampung halaman.
Takdir berkata lain. Tubuh Kakek Tasrul tiba-tiba melemah hingga beliau harus segera dilarikan ke IGD RS Bali Jimbaran. Dokter mendiagnosis Kakek Tasrul mengalami stroke. Saat ini, beliau tidak bisa berbicara dan kondisi tubuhnya tidak merespons dengan baik.
Keadaan semakin berat karena Kakek Tasrul tidak memiliki jaminan kesehatan. BPJS sudah diupayakan untuk didaftarkan, tetapi masih membutuhkan waktu hingga bisa digunakan. Perawatan medis harus tetap dilakukan segera karena kondisi Kakek Tasrul sangat mengkhawatirkan.
Biaya rumah sakit kini menjadi beban besar yang harus ditanggung Kakek Tasrul sebagai pasien umum. Beliau tidak mampu bekerja, jauh dari kampung halaman, dan sedang berjuang melawan sakit dalam kondisi yang sangat lemah.
Sobat baik, mari ulurkan tangan untuk membantu Kakek Tasrul. Bantuan dari kita dapat meringankan biaya rumah sakit dan perawatan yang harus beliau jalani. Setiap rupiah yang diberikan sangat berarti untuk membantu perjuangan Kakek Tasrul agar bisa mendapatkan penanganan yang layak.
Semoga kebaikan yang kita berikan menjadi jalan kesembuhan bagi Kakek Tasrul. Semoga Allah membalas setiap bantuan dengan keberkahan, kesehatan, dan pahala yang berlipat ganda.
**Mari bantu Kakek Tasrul sekarang. Jangan biarkan beliau berjuang sendirian di tanah rantau.**
![]()
Belum ada Fundraiser