
Maesaroh (40 tahun) sejak kecil hidup dalam keterbatasan. Ia lumpuh dan untuk jalan harus mengesot atau menyeret kakinya. Sampai usia Maesaroh sebesar ini ibu yang jadi tumpuan Maesaroh.

Ketika ditanya apakah beliau merasa capek merawat Maesaroh, jawabannya buat terkaca, memperlihatkan bagaimana tulusnya kasih sayang seorang ibu:
“Tidak capek. Cuma pikirkan kalau saya meninggal, gimana anak saya?,” lirih ucapan seorang ibu lansia yang memikirkan nasib anaknya Maesaroh.

Tenaga nenek sudah tak sekuat dulu. Usia Ibu Maesaroh terus bertambah dan kini sudah 80 tahun dan Ia masih berharap Maesaroh bisa mandiri. Namun Ia juga tak sanggup bawa Maesaroh untuk terapi.
Nenek sehari-hari untuk makan bertahan dari menjaga kambing ternak. Dari penghasilannya tak bisa Ia sisihkan untuk membantu kebutuhan hidup Maesaroh.

Nenek merasa tak bisa lebih lama temani Maesaroh lagi dan sangat berharap ada yang mau membantu Maesaroh agar kondisinya lebih baik dan hidupnya lebih layak. Nenek tidak ingin sepeninggalnya nanti Maesaroh jadi terlantar.
Maesaroh mengalami kondisi sejak lahir yang membuat pertumbuhannya tidak seperti anak lainnya, serta disertai gangguan kejang berulang. Saat kejangnya kambuh, bisa berlangsung hingga satu jam. Tubuhnya kaku, tak terkendali. Ibu ingin memberikan penanganan yang lebih baik, tapi kondisi ekonominya buat tak mampu.
Sobat Baik, mari kita ringankan beban Maesaroh dan Ibunda untuk bisa bertahan. Kebaikan Sobat Baik sangat berarti untuk mereka.
![]()
Belum ada Fundraiser