“Saya ini sudah lumpuh selama 15 tahun. Mau bergerak sedikit saja, rasanya nyeri sampai ke tulang. Tapi saya nggak bisa diam. Saya tetap harus kerja, karena kalau bukan saya, siapa lagi yang kasih makan istri dan anak saya?”
Itulah kalimat yang terucap dari seorang ayah tangguh bernama Pak Surya Hadi (52 tahun). Beliau sudah 15 tahun mengalami lumpuh total akibat kecelakaan kerja. Dahulu beliau adalah seorang buruh bangunan. Namun ketika beliau sedang bekerja, balok kayu besar jatuh dan menghantam punggungnya, yang mengakibatkan tulang ekornya patah dan merenggut seluruh kemampuan geraknya.
Sejak saat itu, hidupnya berubah total. Pak Surya Hadi tak bisa lagi duduk apalagi berdiri. Bahkan untuk sekedar berpindah posisi saja, ia butuh bantuan orang lain. Ia juga menderita kencing batu, yang memaksanya memakai kateter setiap hari agar bisa buang air kecil. Hari-harinya dihabiskan hanya di atas kasur, menahan nyeri yang tak pernah betul-betul hilang.

Meski tubuhnya tak lagi bisa bergerak bebas, semangatnya untuk bertahan hidup tetap menyala. Pak Surya Hadi tetap berusaha bekerja demi keluarganya. Dengan tangan yang masih bisa digerakkan, beliau merajut gelang dari benang—kerajinan tangan sederhana yang jadi satu-satunya sumber penghasilan.

Dari situ, ia hanya mendapat sekitar Rp10.000 per hari, jauh dari cukup untuk kebutuhan hidup. Ia masih harus menghidupi istrinya dan menyekolahkan anaknya yang masih kecil. Anak-anaknya yang sudah dewasa pun tidak bisa membantu banyak karena hidup mereka juga dalam kemiskinan.
Tapi yang paling menyentuh, meski dalam keadaan sakit parah dan nyaris tak bergerak, Pak Surya Hadi tetap rajin menjalankan shalat lima waktu. Ia mengerjakannya dengan posisi telentang, mengangkat tangannya perlahan sambil menahan nyeri, karena keimanan itu belum pernah patah meski tulangnya sudah retak.

Sobat Baik, di atas kasur yang sunyi, Pak Suryadi terus berjuang. Ia bukan hanya butuh bantuan finansial—tapi juga butuh uluran kasih dari hati-hati yang peduli.
Bantuanmu akan sangat berarti: untuk biaya pengobatan, kateter harian, kebutuhan hidup, hingga pendidikan anaknya. Mari jadi bagian dari semangat hidup Pak Suryahadi. Jangan biarkan beliau merasa sendiri dalam derita panjangnya.
Klik Donasi Sekarang, dan kirimkan sedekah terbaikmu hari ini. Karena lewat tanganmu, Allah bisa sampaikan jawaban dari doa-doa Pak Suryadi yang selama ini dipanjatkan dari atas kasur penuh luka.
Baca selengkapnya ▾