Di usia senja, ketika seharusnya hidup dijalani dengan lebih tenang, Nenek Halimah dan Nenek Serinu justru harus bertahan dalam keterbatasan dan kesendirian. Keduanya menjalani hari-hari yang berat dan berjuang sendirian.
Nenek Halimah, meski usianya tak lagi muda, ia masih harus berjualan kue setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Sudah lebih dari tiga tahun terakhir kakinya bengkok karena terlalu sering memaksa diri berjalan jauh demi mencari nafkah. Tanpa suami, tanpa anak, dan tanpa bantuan tetap. Yang tersisa hanyalah semangat hidup yang ia genggam erat, meski tubuhnya kian hari kian melemah.

Tak jauh berbeda, Nenek Serinu yang kini berusia 90 tahun juga harus bertahan hidup seorang diri. Ia tidak memiliki anak maupun keluarga yang merawatnya. Setiap hari, hidupnya bergantung pada kebaikan hati para tetangga hanya untuk makan dan bertahan. Tidak ada yang membantunya bangkit ketika lemah, tidak ada pula yang rutin menanyakan kabarnya.

Sobat Baik, Nenek Halimah dan Nenek Serinu merupakan sebagian dari lansia dhuafa yang akan terpenuhi kebutuhan pangannya dari fidyah yang Sobat Baik bayarkan.
Perlu diperhatikan, tidak semua orang bisa mengganti hutang puasa dengan membayar fidyah. Fidyah adalah bentuk keringanan dari Allah bagi hamba-Nya yang tidak mampu mengganti utang puasa dengan berpuasa kembali.
Keringanan ini hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu, di antaranya:
- Orang yang menderita penyakit yang kecil kemungkinannya untuk sembuh
- Lansia yang fisiknya lemah
- Ibu hamil dan menyusui yang khawatir dengan kesehatannya apabila berpuasa

Jika Sobat Baik termasuk di dalamnya, jangan tunda lagi.
Fidyah yang ditunaikan sebesar Rp50.000 (untuk makan satu hari atau 2 kali makan / Rp25.000 per porsi)
Mari tunaikan fidyah dan lunasi utang puasa sebelum Ramadhan 1447 H tiba✨💚
Baca selengkapnya ▾